Cemburu?

1403 Kata

Anindya sedang duduk bersandar di punggung ranjang ketika Sagara masuk ke dalam kamar itu. Tatapan Anindya kosong, memandang jendela di sisi kanannya. Ketika suara langkah kaki itu kian mendekat, titik pandang mereka langsung bertemu di udara. Namun, hanya ekspresi datar yang terbaca dari wajah wanita disana. “Sudah bangun?” tanya Sagara seraya mendekat. “Iya.” Jawaban itu terlalu singkat dan membuat Sagara semakin bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya dengan istri keduanya? “Bagaimana keadaan kamu?” Sudut bibir kanan Anindya terangkat tipis, menunjukkan senyum sinis di wajah pucatnya. “Mas nggak salah tanya?” Sagara sudah berada dalam jarak yang dekat. Namun, ia tak merespon jawaban ketus wanita itu. Saat yang sama tangannya terulur hendak memastikan suhu tubuh sang istri. “Masi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN