POV Arman Akhirnya Nadia menurut, mengikutiku ke dapur. “Baru tahu aku, kalau kamu bisa masak!” serunya sambil menahan tawa ketika melihat sepanci sayur sup di atas kompor. “Tinggal googling aja resepnya, semua orang juga pasti bisa,” jawabku. Kuambil semangkuk sayur lalu kuletakkan di atas meja makan yang terletak bersebrangan dengan meja dapur. “Makanlah!” Nadia pun menyendok sayur supnya.“Ugh, panas,” katanya, lalu meniup makanan yang ada di sendok. “Jangan ditiup, tidak boleh.Tunggulah sebentar sampai dingin,” kataku sambil mengipasi supnya dengan kipas anyaman yang tergeletak di atas meja. “Eh, kalian berdua di sini.” Tiba-tiba Mama datang. “Mama juga mau dong nyobain masakan Arman, kaya apa sih rasanya?” “Oh, boleh, Ma. Ayo kita makan sama-sama.” Nadia sigap mengambilkan sema

