Anak Siapa?

1170 Kata

Spontan kutatap Galang yang terlihat pucat, nampaknya ia sama kagetnya sepertiku. “Jangan tinggalkan aku,” bisiknya ketika ia melihatku hendak beranjak. “Selesaikan masalah kalian dulu,” jawabku lantas berdiri. Sebelum pergi, kembali aku menoleh kepadanya, tidak tega rasanya meninggalkan dalam kondisi seperti ini. “Saya akan kembali nanti, Pak.” Aku melangkah tergesa keluar dari restoran itu. Sesampai di teras resto aku berhenti, berpikir hendak ke mana. Apakah aku harus balik ke kantor sekarang juga? Rasanya tak mungkin aku pergi begitu saja. Aku ingin memastikan kondisinya baik-baik saja. Akhirnya kuputuskan masuk ke resto di seberang jalan dan memesan segelas ekspresso untuk menenangkan diri. Sengaja aku ambil tempat duduk yang paling dekat dengan pintu keluar agar lebih leluasa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN