Kedatangan Juna tanpa adanya kabar apapun ke wilayah Semanggi membuat asumsi tersendiri dalam diri Kala. Masih di tepi jalan, Kala mencoba menghubungi Pak Teguh terkait hal tersebut. Pasalnya, ia tak mendengar kabar apapun. “Halo, Pak? Apa Jun... Mas Juna ada jadwal permintaan pengawalan hari ini?” “Nggak ada. Memangnya dia datang?” “Makasih,” tutup Kala tak ingin memperpanjang obrolannya dengan Pak Teguh yang saat ini mungkin sedang mengumpati dirinya. Kala menyempatkan diri untuk menetralkan lalu lintas yang sudah mulai lancar, selanjutnya ia berlari menuju motornya. Di atas sana, Kala mencoba menghubungi Dinan karena ia merasa kedatangan Juna tanpa kabar itu mungkin saja untuk menemuinya. Meskipun kemungkinan lain juga bisa terjadi, tapi instingnya mengarah ke sana. “Aissh! Nggak d

