29. Melawan Luka

1101 Kata

Selagi, Ilham—manager-nya membelikan minum di Warung Bu Sri, Joy termangu di serambi rumah Bu Sri sembari berkutat pada ponsel. Wajah dingin itu tergurat jelas di rona cantiknya. Ia tampak modis seperti selebritis. Lantas mengenakan earphone dan tak memedulikan sekitar. “Artis, ya?” Sekelompok ibu-ibu di Warung Bu Sri mendekat. Salah satunya ada Bu Murni, kepala sekolah SMPN 2. Pun Joy hanya terdiam. Entah sungguh tak mendengar apapun atau pura-pura tak mendengar. Namun hal itu semakin membuat ibu-ibu mendekat. “Ini yang suka jalan-jalan di youtube itu, ya?” Bu Murni memastikan. “Oh, iya. Mbak Joy.” Ibu lain duduk berdekatan di sisi Joy membuat perempuan itu tersentak. Wajah putihnya memerah penuh amarah. Joy merasa jengah, ia menyalakan seputung rokok untuk menemani waktu bosannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN