“Apa ini nggak masalah, Pak?” tanya Faris memastikan sembari mengoleskan gel pereda lebam di kening Juna—keduanya sedang berada di dalam mobil untuk menghindari sorotan masyarakat. Lagi, kedatangan Juna kali ini menggunakan mobil SUV pribadinya, bukan yang biasa untuk safari politik. “Maksudnya, kita kayanya harus lapor polisi. Ini namanya kekerasan!” lanjut sang asisten masih memprotes. “Wajah bapak biru-biru ini.” Sambil meringis menahan sakit babak belur, Juna tertawa, “Nggak usah. Udah saya bilang berapa kali?” “Tapi ini keterlaluan. Mau laki-laki atau perempuan, nggak diperbolehkan yang namanya kekerasan. Apalagi ini kekerasan ke calon bupati,” heran Faris. “Ditambah dia juga seorang guru yang punya reputasi baik. Kalau sampai dunia tau? Dia pasti dipecat.” “Nggak boleh gitu,” tam

