Kala menghentikan laju motornya di sekitar Warung Bu Sri sembari merapikan rambut tebalnya yang berantakan terguncang angin. Ia lantas menyadari sebuah lambaian tangan dari seorang pria di samping sebuah mobil hiace. Kala dengan kaki panjangnya itu melangkah mendekat. “Ilham? Manager Joy?” tanya Kala memastikan. “Iya, Pak.” Kala tertegun sejenak saat melihat pria muda itu menenteng tas perempuan di tangannya. “Joy nggak bawa tas-nya?” “Betul, Pak,” jawabnya gelisah. “Maaf, buat repot. Saya melihat kartu nama Pak Kala dan Joy juga pengen banget bisa ketemu lagi sama Pak Kala saat di jalan tadi. Jadi, saya nggak punya pilihan selain tanya Pak Kala. Barang kali juga Pak Kala sudah bertemu sama Joy. Kala menggeleng. “Kebetulan saya juga belum bertemu. Bisa diceritakan kronologinya?” Ia me

