Kesejukan malam nan menyegarkan di kaki gunung bagai bius tersendiri bagi siapa saja. Bahkan bagi penduduk asli—mereka amat betah dan terus dibuat terhipnotis dengan gagahnya sang malam saat rembulan bersinar. Begitu megah, berkilau fantastis. Walau hanya berdiri dari balik jendela kayu sebuah rumah, rasanya keindahan itu masih terlihat nyata di mata Biru. Pikiran pemuda itu sempat mengembara entah ke mana seharian ini, namun ia baru melampiaskan saat malam tiba, kesendirian menyapa. Tiada yang mengusik. Pikirannya tentang Dinan memenuhi lagi. Apakah wanita itu tau jika perasaan Biru kelewat luas padanya? Apa maksud pertanyaan itu? Pertanyaan retorika yang tak membutuhkan jawaban—hanya untuk memberikan penegasan dan kepastian atau sungguh dia ingin tau? Tapi, dari mana awal mula asal pe

