Nyatanya usaha keras Dinan untuk menyentuh seluruh barang-barang yang ada di warung itu sama sekali tak membuahkan hasil. Justru tiang di warung lah yang memberikan petunjuk. Pun itu Dinan dapatkan secara tak sengaja dalam keadaan lelah dan pasrah. Terkadang sesuatu yang kita inginkan didatangkan saat kita tidak lagi berambisi. Mulanya Dinan hanya ingin memeluk tiang karena lelah, namun di sana ia mendengar percakapan Bu Sri dengan pelanggan yang membeli beras. Tapi bukan itu yang aneh, justru ia menemukan sekilas seseorang yang sedang berjalan cepat menuju ke dalam rumah Bu Sri selagi melayani. Dinan memperbesar bagian itu. Tampak sosok itu adalah wanita berambut panjang yang digelung. Pun rambutnya tampak kemerahan. Entah gradasi atau mungkin pantulan cahaya matahari pada siang itu.

