Saat malam, Dinan menjelma sebagai seorang ibu yang bersahaja. Dalam balutan dress rayon panjang, serta rambut hitam panjangnya yang digerai indah itu sedang asyik berkutat pada pekerjaannya di dapur. Malam ini ia akan memasakkan makanan paling disukai putra semata wayangnya, yaitu nasi goreng. Terlihat sederhana dan dapat dimasak kapan saja. Tapi Gara tak pernah bosan. Pun Dinan juga tak memasak nasi goreng setiap hari. Biasanya, Dinan memasak makanan tersebut di setiap akhir pekan atau hari spesial dengan berbagai toping yang berbeda. Dinan mengenakan celemek, lalu mengiris bawang-bawangan. Kemudian menumisnya. Setelah aroma menyeruak, ia menuangkan nasi ke atas wajan. Ditaburkan ia garam, bubuk penyedap dan sedikit lada serta irisan daun jeruk. Tak ketinggalan untuk menuangkan beberap

