Part 19 - Di antara Dua Pilihan

2008 Kata

Yanti seolah tak bisa bernapas dengan lega. Pikiran dan penglihatannya seolah terganggu dengan apa yang kini menjadi sebuah ketakutan baginya. Jantungnya berdebar hebat, dan tatapan matanya pun tak bisa beralih dengan mudah. “Bu, Wafi menghamili saya.” Wanita bernama Indah itu membuat Yanti menatap tanpa arah. Apa yang didengarnya seperti letusan bom atom yang begitu riuh. Yanti tersentak, dia masih saja enggan untuk menanggapi ucapan wanita itu. “Anak saya hamil karena anak ibu, kami tidak mau jika apa yang terjadi membuat keluarga kami semakin malu, anak ibu harus segera menikahi anak saya.” Ibu Indah, mengatakan perasaan dari lubuk hatinya yang terdalam. Dia tak mau bila sang anak menderita sendirian, meskipun sebuah kesalahan sudah terlanjur terjadi. Kedua orang tua indah mencoba u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN