Kecelakaan yang sama sekali tak pernah terpikirkan di benak Fadli. Dia sama sekali tak menyangka, jika kini ambulance membawa anaknya ke rumah sakit. Fadli meminta seseorang untuk mengantarkan Tama ke sekolah. Sedangkan Fadli, dia selalu di samping anaknya. Wafa yang bersimbah darah. Mmatanya terpejam dan tak sadarkan diri. Mata Fadli yang basah, segera diseka agar tak jatuh di pipinya. Dia merasa tak tega dengan apa yang kini dilihatnya itu. Dokter segera memberikan pertolongan gawat darurat. Dua orang anak SMA, kini sedang berjuang di sebuah ruangan. Fadli hanya duduk diam. sembari memandang lantai di bawahnya. Hatinya kelu, hancur tak berdebu. Fadli berusaha untuk bisa menenangkan hatinya. Panjat doa selalu disuguhkan dalam hatinya. Kini dia bersandar pada sebuah pertolongan Tuhan. C

