Part 8 - Pertengkaran

2073 Kata

“Selamat siang pak Fadli.” “Siang bu lurah, mari silakan masuk.” Fadli meminta dua anak didiknya itu untuk main sebentar di teras. Kemudian Fadli mempersilakan bu lurah untuk duduk, dan kedua mata Fadli dengan sangat serius menatap bu lurah yang kini berada di depannya. “Maaf, Pak. Jika siang-siang saya menganggu waktu istirahat pak Fadli.” “Tidak sama sekali, bu. Sebentar ya bu, saya buatkan minuman dulu.” “Tidak usah, Pak. Saya hanya sebentar saja, setelah ini juga saya ada agenda lain.” Fadli yang sudah terlanjur berdiri itu pun, kembali pada kursinya. Dia kemudian duduk dengan tatapan matanya terus tertancap pada bu lurah. Kemudian, pembicaraan pun kembali terdengar, Fadli memulainya terlebih dahulu. “Maaf, bu. Jika saya lancang, apa kedatangan ibu ke sini untuk menanyakan tenta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN