Di lain pihak Rudy sudah bersiap untuk menculik Endah, Rudy menyiapkan semuanya dengan sempurna dan tidak terprediksi oleh Kai maupun semua mata-mata dari Permana grup.
"Ayo kita mulai misi kita!" ujar Rudy bersemangat.
"Semua persiapan sudah selesai dan kita sudah siap untuk penyergapan ke rumah Reky!" teriak Ron, ketua dari tentara bayaran bernama Black Soldier.
Black Soldier ini adalah mantan tentara Rusia yang membelot dan mendirikan markas sendiri di sebuah pulau terpencil.
"Laksanakan namun jangan sampai menyakiti Endah, untuk yang lainnya kalian boleh menghabisinya!" perintah Rudy kepada seluruh anak buahnya.
Bagai petir di siang bolong, keamanan di rumah Reky yang terkejut dengan serangan tersebut langsung kalah dan hanya menyisakan Hendri seorang yang berhasil kabur namun dengan luka yang cukup parah. Sedangkan Endah dan Rindi langsung di sekap dan di masukan kedalam mobil.
"Hahaha ... kalian pasti terkejut dengan serangan mendadak ini!" ujar Rudy dengan tertawa mengejek.
"Ternyata aku sangat beruntung bisa mendapatkan dua lalat sekaligus hahaha ..." Rudy kembali berkata bangga.
Endah dan Rindi hanya bisa menangis dan berharap Kai atau Reky untuk menyelamatkan mereka.
"Kalian menangislah sampai air mata mengering hahaha ...!"
Hendri yang berhasil kabur segera mendatangi kantor Permana grup dengan terengah-engah.
"Kai, maafkan aku!" ujar Hendri dengan pasrah.
"Apa yang kamu bicarakan Ndri? jelaskan kepadaku!" jawab Kai dengan cemas.
"Ibu Endah dan Rindi di culik oleh Rudy, dan semua penjaga di rumah sudah tewas, yang tersisa cuman aku seorang", ujar Hendri dengan sedikit bergetar.
Kai yang mendengar berita tersebut langsung panik dan langsung mengerahkan Derry serta menghubungi Hasan untuk ikut mencari dan keberadaan Endah dan Rindi. Reky yang juga mendengar berita tersebut langsung menghampiri Kai.
"Kai kenapa Ibumu bisa di culik seperti ini?" ujar Reky dengan panik.
"Ini semua salahku Pak, aku tidak berhasil melindungi mereka!" Hendri berkata dengan lesu penuh penyesalan.
"Ini bukan salahmu Ndri, kamu sudah berusaha sebaik mungkin untuk melindungi mereka", ujar Kai yang sudah agak tenang.
Kai mendapatkan lokasi Rindi berada di sebuah desa yang jauh dari pemukiman, namun sinyal tersebut hilang karena daerah itu tidak seperti di kota dan masih susah untuk mendapatkan sinyal internet, sebelumnya Kai dan Rindi sudah berbagi lokasi untuk mengetahui posisi satu sama lain karena Kai sedikit khawatir terhadap Rindi.
"Aku sudah mendapatkan lokasi terakhir dari Hp Rindi!" ujar Kai.
"Aku harap kalian bisa berkumpul dulu disini untuk menyusun strategi pengepungan!" Kai kembali berkata.
Derry dan Hasan yang kembali langsung ke kantor untuk membahas rencana pengepungan tersebut.
Derry dengan 10 orang pasukan khusus dan Hasan dengan 100 pasukan terlatih sudah bersiap di markas tinggal menunggu perintah penyergapan tersebut.
"Kita tidak boleh gegabah, karena nyawa Ibu dan Rindi ada di tangan mereka!" ujar Kai yang sedang berdiskusi menyusun rencana tersebut.
"Aku yakin jika Rudy tidak akan ada di tempat, bagaimana jika kita sergap Rudy dan menculiknya juga, lalu kita bawa dia ke markasnya untuk melakukan pertukaran sandera!" ujar Hasan.
"Itu ide yang bagus Pak Hasan, tapi bagaimana bisa kita menemukan Rudy?" tanya Kai.
"Kita bagi menjadi 4 tim, aku akan ke rumahnya, Derry akan memeriksa gudang perusahaannya, Kai dan Reky kalian pergi ke perusahaan pusat Alpha grup dan Hendri akan memantau desa yang menjadi markas tentara bayarannya Rudy!" ujar Hasan yang memang sudah berpengalaman dalam strategi dan pertempuran yang tidak terhitung jumlahnya.
Kai mengangguk mengerti dan mempertimbangkan segalanya, dia sempat ragu namun semua keraguan itu sirna karena dia menyadari jika yang membuat rencana tersebut adalah seorang Hasan.
"Baiklah Pak, aku setuju namun khusus untuk Hendri, jangan mendekat ke markas mereka, kalian cukup memata-matai mereka saja!" ujar Kai.
"Baik, aku akan mengawasi mereka, dan melaporkan jika aku melihat Ibu Endah ataupun Rindi", jawab Hendri.
Akhirnya mereka pun berpencar untuk menemukan Endah dan Rindi.
*****
Apakah mereka berhasil menemukan Endah dan Rindi dalam keadaan sehat? atau sebaliknya mereka mendapatkan kabar duka?