Sehari setelah Kai memperkenalkan diri kepada keluarga Rindi, kali ini giliran Rindi yang akan memperkenalkan diri pada keluarga Kai.
"Ayo masuk Rin, orang tuaku baik kok ga gigit", ujar Kai bercanda.
"Aku gugup Kai, aku takut orang tuamu tidak merestui", Rindi masih gugup dan canggung, dia merasa tidak percaya diri untuk pertama kali dalam hidupnya.
"Bukannya kamu selalu percaya diri seperti dulu Rin?" Kai kembali menggodanya.
"Iya tapi ini akan berbeda Kai!"
"Apanya yang berbeda, ini sama saja!" ujar Kai sambil menggandeng tangan Rindi yang gemetar.
"Eh Kai kamu kok gak ke kantor?" ujar Endah.
"Engga Bu, ada hal yang lebih penting dari bekerja", Kai berkata sambil mencium tangan ibu nya dan mulai memperkenalkan Rindi.
"Ibu ini Rindi, dia mm ... pacarku!" ujar Kai agak ragu. Tanpa di sangka, Endah langsung tersenyum dan memeluk Rindi seraya berkata, "Kamu sangat cantik"
Wajah Rindi semakin merah karena malu sekaligus senang begitu di puji oleh calon mertuanya. "Ibu perkenalkan saya Rindi, sebelumnya saya dan Kai pernah satu SMA", ujar Rindi.
"Ciiiee ... rupanya CLBK ya Kai", ujar Endah menggoda Kai.
"Bukan CLBK Bu, tapi emang kami sudah pacaran sedari SMA dulu hahaha ...",
"Ih kamu bercanda aja Kai", ujar Rindi sambil mencubit pinggang Kai, dan Kai hanya tertawa.
Mereka terus berbincang di ruang tamu, Rindi yang semula malu-malu kini sudah akrab layaknya Anak dan Ibu sendiri.
Tiba-tiba Derry datang dengan terburu-buru untuk menemui Kai.
"Maaf Tuan Muda saya mengganggu waktu anda, ada hal penting yang harus saya sampaikan saat ini juga!" ujar Derry serius.
Kai berdiri dan langsung mengikuti Derry, "Ada hal penting apa bro? sepertinya sangat penting sampai kamu datang sendiri ke rumah", jawab Kai.
"Ini terkait Alpha grup, kini saham mereka sedang turun, dan sudah saatnya kita bergerak Kai!"
"Kalau begitu mari kita mulai serangan pertama kita! tapi sebelum itu, biar aku antar Rindi dulu ke rumahnya, setelah mengantarkannya aku akan segera ke kantor dan kita mulai beraksi!" ujar Kai.
Setelah itu Kai langsung masuk kembali ke rumah dan Derry pamit untuk kembali ke kantor dan mengunggu instruksi selanjutnya dari Kai, Derry juga sudah mengumpulkan para petinggi perusahaan untuk mulai menjatuhkan satu demi satu perusahaan yang ada di bawah naungan Alpha grup.
"Rindi maaf tapi sepertinya kamu harus pulang, karena aku ada urusan yang sangat penting dan aku yakin kamu tau itu apa", ujar Kai, Rindi pasti mengerti karena Kai sudah memberi tahukan semuanya kepada Rindi.
"Eh engga usah Kai, biar Rindi temenin ibu disini aja, lagian dirumah ibu cuman sendirian kan, Ayah hari ini juga ke kantor", rengek Endah.
"Iya sudah Bu, kalau begitu biar Rindi disini menemani Ibu ya", ujar Kai kembali berkata.
"Rindu aku titip Ibu ya, kalau ada apa-apa telepon aku saja!" ujar Kai kepada Rindi.
"Pasti akan aku jaga Ibu seperti aku menjaga Ibuku sendiri", Rindi berkata.
Kai akhirnya pamit pada kedua orang yang paling dia sayangi di dunia ini.
*****
Setibanya di kantor, Kai langsung bergegas menuju ruangan besar yang berisi para petinggi perusahaan.
"Silahkan duduk dan kita mulai acaranya!" ujar Kai.
Mereka semua langsung duduk dan mulai merencanakan serangan pertama ini, serangan yang akan melumpuhkan saham Alpha grup.
Mereka langsung memberi perintah kepada para pemegang saham mayoritas Alpha grup agar menjual seluruh sahamnya di bursa saham, hal ini bertujuan ajar saham mereka semakin turun dan merugi. Pemegang saham mayoritas Alpha grup di negeri ini adalah Tuan Ronald yang tidak lain adalah Pamannya Derry, dia mau membantu Kai dengan persetujuan mendapatkan saham mayoritas di salah satu anak perusahaan Permana grup.
Satu serangan itu langsung berdampak pada Alpha grup, saham mereka langsung anjlok ke titik terendah, dan diambang kebangkrutan. Namun tentunya Rudy sebagai pemimpin dari Alpha grup tidak akan tinggal diam, dia sudah merencanakan sesuatu yang keji dengan sebuah tentara bayaran internasional yang sudah terkenal, Black Soldier yang terkenal bengis dan tidak pandang bulu!