Rindi 2

556 Kata
Bukan hanya bisa memecatnya, tapi dia juga bisa menjadikannya miskin dan membekukan semua aset-aset nya. Albi terus memukuli anaknya dengan beringas, "Dasar anak tidak tau di untung, lihat siapa yang kau singgung itu dasar kurang ajar!" "Ayah apa yang salah, aku hanya ingin menghajar si bodoh itu, kenapa malah aku yang dipukul!" ujar Arvin yang masih di pukuli oleh Albi. "Kau tidak tau sekarang berhadapan dengan siapa? dia Kai Adrian Permana, CEO dari Permana grup!" seketika kaki Arvin bergetar dan tubuhnya melemas, ternyata orang yang dia ejek dan singgung itu adalah bos dari Ayah nya. Dia langsung berlari dan bersujud di hadapan Kai. "Mohon maafkan saya Tuan, mohon maafkan saya" ujar Arvin sambil menangis. "Baik akan aku maafkan tapi dengan satu syarat! jangan pernah lagi muncul di hadapan Rindi dan soal hutangnya akan aku bayar sekarang juga!" jawab Kai dingin. Albi yang menyadari soal hutang itu langsung ikut berlutut dan memohon maaf, "Tuan Muda tolong maafkan saya dan si bodoh ini, soal hutang itu tolong lupakan saja dan jangan dipikirkan lagi Tuan Muda, anggap saja semuanya sudah lunas!" "Dengan senang hati jika seperti itu pak Albi, namun harus kalian ingat jika di atas langit masih ada langit! aku akan berbaik hati untuk saat ini, namun di masa yang akan datang, tidak akan ku biarkan kalian semena-mena lagi!" "Baik Tuan Muda saya mengerti dan terima kasih kalian sudah memaafkan saya" Mereka pun pergi dan menyeret Arvin untuk pulang, tidak tau hal mengerikan apa yang akan Albi lakukan kepada Arvin. Sementara keluarga Rindi hanya terdiam membisu seakan bermimpi jika mereka bertemu dan bahkan seorang CEO Permana grup berniat untuk mengencani anaknya. Riko hanya terdiam masih menerka-nerka apa yang terjadi barusan. "Aa-apa kamu benar-benar CEO dari Permana grup?" ujar Riko terbata. Derry yang daritadi terdiam akhirnya bicara, "Iya dia adalah Tuan Muda dari Permana grup, apakah kalian terkejut? hahaha ...!" "Iya tentu kami terkejut bahkan kami tidak bisa mempercayainya, dan maaf jika ada kata-kata kami yang menyinggung anda Tuan Muda" ujar Riko menyesal. "Tidak apa-apa Om, aku sudah biasa seperti ini, bahkan dulu Derry pun sering mengejekku!" ujar Kai sambil tertawa. Derry hanya bisa tersenyum malu menanggapi ejekan Kai. "Kalau begitu Om restui kalian berdua, bukankah begitu Rindi?", ujar Riko bertanya pada Rindi sambil tersenyum. Muka Rindi memerah malu dia semakin cantik dan membuat Kai semakin terpesona. "Iya Ayah", jawab Rindi yang masih malu-malu Kali ini Kai langsung bertanya tentang pekerjaan Rindi, "Kamu kerja dimana Rin? jika bersedia kamu bisa menjadi sekertaris pribadi aku", "Aku saat ini sebagai sekertaris pribadi Ayah, kalau kamu mau aku jadi sekertaris pribadi kamu, kamu harus minta izin dulu sama Ayah", ujar Rindi seraya menatap Ayah nya. "Boleh ... tentu boleh, silahkan nak, kamu boleh menjadi sekertaris pribadi Kai", Riko berkata dengan bersemangat. Derry menatap Kai dan bertanya, "Bukankah Dyna sekarang jadi sekertaris kamu Kai?" "Dyna memang sekertaris aku, tapi kalau ini kan lebih dari sekertaris Ry, Rindi akan selalu ada dimana pun aku berada", ujar Kai sambil mengedipkan matanya. Mereka hanya tertawa dengan jawaban Kai tersebut, sedangkan muka Rindi semakin memerah. Akhirnya dia bisa selalu bersama dengan Kai setelah hilang kontak selama bertahun-tahun. Kai bukan hanya menyelamatkan keluarganya tapi juga mengangkat kembali perusahaan keluarganya yang sedang kacau karena krisis keuangan dan sudah tentu perusahaan mereka juga ditawari untuk bergabung dengan Permana grup. Namun di balik kebahagiaan mereka, sedang ada bahaya yang mengintai mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN