Malam ini Kai akan pergi ke rumah Rindi, dia ingin membantu untuk melunasi hutang keluarga Rindi dan sekalian mengutarakan isi hatinya kepada Rindi, serta ingin meminta restu dari kedua orang tuanya.
Derry yang diperintahkan Kai untuk membawa uang 2M untuk membayar hutang keluarga Rindi sudah datang.
"Bro, udah siap?" ujar Derry.
"Siap, ayo kita berangkat", Akhirnya mereka berangkat menuju rumah Rindi.
Setelah tiba, Kai langsung berinisiatif untuk menekan bel.
"Semangat bener bro", ujar Derry meledek Kai dengan senyum jahilnya.
"Harus dong, semuanya hanya untuk Rindi", Kai menjawab dengan di iringi tawanya.
Tak lama pintu rumah Rindi pun di buka, "Kai, kamu beneran dateng kesini!" ujar Rindi seakan tidak percaya akan kedatangan Kai.
"Gimana kabarnya Rin?" ujar Derry bertanya kepada Rindi.
"Eh Derry kok kamu juga ikut?"
"Iya aku nemenin bos kesini", ujar Derry sambil tertawa.
Kai hanya tersenyum dengan candaan sahabatnya itu, "Aku kesini buat nepatin janjiku Rin, aku mau lunasin semua hutang keluarga kamu!"
"Ta-pi Kai", ujar Rindi ragu.
"Rindi kamu sedang bicara dengan siapa diluar?" ujar Riko ayahnya Rindi.
"Oh ini ayah kedua temanku main kesini", jawab Rindi.
"Om kenalkan saya Kai", Kai mengulurkan tangan memperkenalkan diri.
"Saya Derry, Om", Derry juga memperkenalkan diri.
Akhirnya mereka pun di persilahkan masuk oleh Riko. Mereka pun berbincang dan sesekali tertawa, tidak lama setelah itu Kai langsung mengutarakan niatnya untuk membantu keluarga Riko agar terbebas dari hutang.
"Om aku kesini untuk membantu kalian, aku dengar kalian punya hutang pada keluarga Arvin sebesar 2M!" ujar Kai.
Riko terkejut dan langsung menatap Rindi, dia kecewa karena urusan keluarga mereka bisa sampai bocor ke orang lain yang bahkan bukan siapa-siapa.
"Iya, keluarga kita memang punya hutang, tapi semuanya bisa lunas karena Arvin ingin Rindi menjadi istrinya", ujar Riko.
"Tapi Om itu sama saja seperti kalian menjual Rindi!" Kali ini Kai agak emosi.
"Tidak, ini juga terjadi karena mereka saling cinta!" Riko menyanggah tuduhan Kai.
"Ayah aku tidak mencintai Arvin!" ujar Rindi dengan lemas.
"Aku terpaksa karena jika aku tidak menikah dengannya maka semua aset keluarga kita akan disita olehnya", Rindi berkata sambil mulai menangis.
"Om aku akan jujur, jika aku sudah menyukai Rindi sejak kita masih di SMA", ujar Kai dengan serius.
"Tolong biarkan aku yang urus semuanya Om", Kai kembali berkata.
Riko termenung sebentar lalu berkata, "Aku akan suruh Arvin segera kemari!"
"Baik Om, lebih cepat lebih baik!" ujar Kai.
Rindi menatap Kai dia yakin jika Kai bisa sangat membantunya, dia juga tidak bisa berbohong jika hatinya memang selalu menunggu Kai. selama 5 tahun ini dia selalu menunggu kabar dari Kai namun kabar itu tidak pernah ada, hingga akhirnya ketika dia sudah goyah dan pasrah dengan keadaan, dia bisa kembali bertemu dengan Kai.
"Mungkin ini adalah takdir!" ujar Rindi dalam hati.
20 menit berlalu akhirnya Arvin datang, dengan penuh emosi dia langsung menghampiri Kai yang sedang duduk, menyadari Arvin akan menyerang Kai, Derry yang berbadan tinggi besar langsung menghadangnya.
"Tidak akan aku biarkan tangan kotormu itu menyentuh Tuan Muda!" ujar Derry menatap tajam Arvin.
"Minggir atau kau juga akan aku bunuh!" Arvin mengancam Derry.
Derry hanya tersenyum dan berkata, "Selangkah saja kau maju, sudah di pastikan kau akan jadi mayat!".
"Tolong hentikan semuanya! jika kalian berani menyentuh Arvin, kalian akan menyesal, orang tuanya adalah direktur dari salah satu perusahaan besar Permana Grup!" ujar Riko panik.
"Hahaha ... kalian yakin orang tuanya sangat berkuasa?", Kai berkata meremehkan karena dialah yang seharusnya sangat berkuasa, dia adalah pemilik dari Permana grup.
Rindi yang sudah tau tentang Kai hanya diam dan tersenyum karena dia yakin Kai akan mampu mengatasinya.
"Kalian akan menyesal dan berlutut di kaki ketika orang tua ku datang!" kali ini Arvin balik mengancam.
Akhirnya orang tua Arvin datang, dengan mobil sportnya dan para bodyguard nya mereka datang.
"Bocah mana yang berani mengancam anakku, akan ku patahkan kakinya!" ujar Pak Albi orang tua Arvin.
Derry hanya tersenyum ketika beberapa saat saja mata mereka bertemu.
"Pak Derry, kenapa anda ada disini", ujar Albi yang kaget.
"Aku disini hanya menemani bos", jawab Derry sambil tersenyum geli karena sebentar lagi dia akan menyaksikan orang ini terkena serangan jantung.
Albi masih belum paham dengan apa yang di katakan oleh Derry, hatinya hanya bertanya-tanya, "Siapa yang dia maksud sebagai bos",
"Ayah lihat si kurang ajar ini ingin aku membatalkan pernikahanku dengan Rindi, sebagai gantinya dia akan melunasi hutang keluarga Riko!" ujar Arvin yang semakin emosi.
Deeggg ... hampir saja jantungnya copot ketika dia melihat atasannya sedang duduk dengan santai dan tersenyum kepadanya.
Dia langsung memukul anaknya dengan tongkat yang dia bawa, "Sialan kau mau membuat ayahmu ini menjadi gembel di masa tua nya!" ujar Pak Albi sangat murka kepada anaknya, karena ternyata yang dia singgung adalah Kai CEO dari Permana grup yang tentu saja mampu memecatnya.