De-mi apa, aku jadi nikah. Hamdalah, aku jadi berjasa mengurangi populasi kaum jomlo di duian. Dan siap berkembang biak dengan Ran. Meski ini pernikahan teraneh bin ajaib yang aku alamai. Soalnya, Ran malah belum bawa orang tuanya. Hebat ya aku sama Ran bisa bikin Bapak sama Ibu percaya soal dia yang akan pertahankan aku dalam rumah tangga sebagi istri satu-satunya. Ran bilang dia begini karena memang belum bisa bawa mama dan papanya datang. Dan, aku sendiri tidak boleh ikut Ran kalau belum jadi istri. Semoga berkah pernikahan ini. Minggu lalu, Ran datang bawa seserahan. Barang yang dibawa bukan kaleng-kaleng. Umh, apa, bisa dibilang yang Ran kasih itu bukan barang sembarangan. Dan, untuk pengikat dia berikan aku sebuah kalung emas putih dengan bandul berlian. Aku bilang loh, ke Ran.

