42. Masalah dan Mandat (1)

1445 Kata

Anjani sedang berganti pakaian di salah satu kamar Mayang yang selamat, ketika suara itu tiba-tiba datang tanpa diundang. “Siapa yang sangka kamu benar-benar menepatinya.” Suara Bajrandhaksa bergema tepat di belakang Anjani. “Hei … Anjani?” Sekeliling Anjani seketika berubah. Bukan lagi ruang kama bercat putih. Setumpuk pakaian di hadapan Anjani hilang. Lantai kayu di bawah kakinya berubah menjadi bebatuan panas yang membakar sepatunya. Langit-langit kayu yang rendah berubah menjadi langit merah gelap. Aroma abu dan air yang bercampur sejuk dengan angin di luar beurbah menjadi udara panas beraroma kematian. Darah, keringat, dan daging yang terbakar menguarkan aroma busuk yang menggumpal di sekitar hidung Anjani. Wanita itu tanpa ragu mengibaskan tangan di depan hidungnya. “Lucu kalau k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN