Rasa malu, aku baru kali ini benar-benar menyelaminya secara langsung. Betapa rasa malu benar-benar bisa menghancurkan. Kedua kakiku yang lemas tidak lagi sanggup berlari. Di sebuah gang sepi tempat yang jauh dari orang-orang aku bersembunyi di balik tempat sampah besar. Jauh dari mata yang memandang, dari kata-kata yang memaki, dan dari batu yang menghujani. Aku meraba dahi. Tidak lagi terasa perih, tapi tetesan darah masih ada di sana. Tetesan darah berwarna hitam dari tubuhku. Darah yang berbeda dari darah semua Manusia. Darah mereka merah. Aku berbeda dari mereka. Kepalaku mendadak terasa berat. Pening menyerang disertai rasa sakit yang merambat sampai ke punggung. Aku mendongak ke angkasa, menyandarakna punggung di tempat sampah yang menimbulkan bunyi berdenting yang berisik d

