Aku mengusap-usap mata yang sakit karena silau matahari yang mendadak masuk. Ini di mana? Pertanyaan itu bergema dalam kepala sementara aku meraba-raba ingatan yang sedikit kabur, sementara aroma debu dan tanah masuk ke hidungku tanpa ampun. Pemandangan yang aneh masih tertinggal di dalam kepalaku, bergema dalam pandanganku dan mengaburkan semua konsentrasi di pikiranku. Mimpi.… Benar, aku tertidur. Aku tersadar. Semua itu tidak nyata. Aku menoleh ke kanan dan kiri, melihat tempat sampah dengan banyak … rongsokan bertumpuk. Rongsokan berbagai bentuk yang tidak bisa aku kenali. Tidak ada rumah. Tidak ada gubuk sederhana. Tidak ada dinding kayu dan langit-langit gelap. Tidak ada orang yang tidur berbaring di sebelahku. Tidak ada dipan dan kain tebal yang menjadi alas selimutku, d

