Wawancara itu selesai ketika hari di luar sudah gelap. Aku keluar banguna marsose dengan kebingungan yang baru kali ini aku rasakan. Dunia luar terasa berbeda, bahkan menginjakkan kaki di tanah aspal yang kasar dan hangat alih-alih lantai yang dingin pun terasa sangat berbeda. Dikurung dalam ruangan yang sama suasananya dalam waktu yang lama sepertinya punya dampak yang lebih besar dari yang aku duga. Terutama karena langkahku jadi gontai dan kepalaku pening saat sadar tidak ada lagi dinding dan atap yang menaungiku. Tidak ada orang yang mengamatiku untuk menanyaiku berbagai hal. Warna merah dari atma orang-orang kembali mengisi penglihatanku alih-alih atma emas. Aku langsung merasa kehilngana. Melihat warna atma emas itu dalam waktu yang lama sama sekali tidak membosankan. Bahkan mu

