38. Pertanyaan dan Penyintas

2735 Kata

“Ingatlah semuanya, Penjaga Brahma!” Kata-kata itu bergema lagi di dalam kepalaku. “Ingatlah dan bantu aku terbebas sepenuhnya ke dunia ini! Sama seperti dahulu kala!” Aku pernah mendengar suara itu. Aku yakin pernah mendengarnya. Tapi … di mana? Tidak peduli mencoba sekeras apa, aku tetap tidak bisa ingat. Aku lantas memandangi pemandangan kelabu dan kaku di sekelilingku. Sebuah ruangan sepi dari perabotan mana pun. Hanya ada sebuah kursi dan meja di depanku. Meja dan kursi kayu yang sama dengan yang hancur di ruanganku sebelumnya. Dinding-dindingnya juga dicat dengan warna kelabu yang sama. Langit-langitnya yang putih pun sama. Dengan lampu yang kini tidak menyala, ruangan sedikit redup. Tapi berkat hal itu, aku tidak merasakan pening itu. Bahkan, aku tidak merasakan pening yang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN