Damastra tidak pernah merasa begitu ketakutan. Tidak pernah lagi, sejak lima ratus tahun lalu, ketika kali terakhir ia menyaksikan peristiwa serupa terjadi di tanah Sekala. Pria itu berusaha membungkam ketakutannya jauh ke dasar hati, tapi dentam Nawadewata yang saling memanggil tidak bisa berbohong. Departemen Pemeliharaan Pelindung Kota—DPPK—mengatakan bahwa petir-petir itu kemungkinan hasil dari akumulasi serangan para Asura kelas Raksasa yang berkumpul di luar Pelindung saat kejadian terjadi. “Bukan masalah besar, Tuan.” Ucapan para petugas keamanan dan peneliti di DPPK kembali terngiang dalam telinga Damastra, membuat kepalanya pening sepanjang jalan, membuatnya mengabaikan orang-orang yang memberi salam hormat maupun menegurnya hendak bicara. Ia tidak sedang ingin bicara. Tidak

