Rass tidak pernah merasa selelah ini dalam hidupnya. Di tengah apa yang tersisa sebagai puing-puing ruangan gelap tempatnya sedetik lalu terikat dan terbaring dalam belask kasihan seorang penculik asing, Rass kini mengenali bangunan-bangunan di sekelilingnya. Meski memang tidak ada banyak hal yang tersisa untuk dikenali. Kecuali sebuah tulisan yang masih bertengger miring di salah satu tembok yang tersisa. Toko Djaya Asri Rass hanya tahu satu toko Djaya Asri di sepenjuru Jayagiri. Satu yang berdiri di utara Jayagiri. Ia tidak menyadarinya karena lingkungan yang benar-benar hancur dan tidak adanya suara laut yang terdengar. Biasanya ada suara debur ombak dan angin laut yang terdengar, tapi karena tadi hujan dan Asura membuat keributan, suara-suara itu tidak lagi terdengar. Sekarang

