Langit di sekelilingku berubah. Bak hendak terbelah, halilintar menyala-nyala di sela-sela awan yang saling bergulung dan berputar cepat. Petir-petir menyambar tanah, bertambah banyak dan besar seiring waktu. Awan berputar dengan cepat, sementara halilintar yang senantiasa bersahut-sahutan tampak berkilauan di angkasa dalam cahaya yang menakutkan. Langit tampak terang meski awan di atas sana gelap dan pekat. Sebuah ketidak teraturan dan kekacauan yang sejati. Di tanah, keadaannya tidak lebih baik. Gedung-gedung di sekelilingku menghilang, tergantikan tombak-tombak raksasa dari tanah yang mencuat tinggi di sekelilingku. Aroma api menyebar pekat dan angin berputar di sekelilingku. Angin berputar dingin menusuk badan, melimpahkan begitu banyak udara untu menerbangkan tubuhku, tapi kenapa

