Di luar, terdengar suara gemuruh yang terus menerus berulang. Aku terguncang. Kursiku terjungkal dan tubuhku jatuh ke lantai. Suara gemuruh itu semakin kencang. Api lilin yang menerangi kami padam. Lilin itu jatuh dan kami berdua pun terjatuh ke lantai. Damastra mengaduh hampir bersamaan denganku. Kami berdua menjauh dari bangku dan meja untuk menghindari cedera. Damastra menendang meja itu dari depan wajahku sebelum ada yang retak. Suara gemuruh di luar semakin kencang. Samar-samar, aku mendengar ada suara yang terdengar dari luar. Guncangan perlahan mereda. Kemudian pintu terbanting membuka, memperlihatkan Btari yang datang dengan wajah panik membawa serta dua orang Politie bersamanya. “Tuan Damastra!” Tentu saja, tiga orang itu menghampiri Damastra. Tidak ada yang menghampiriku

