48. Kisah dan Kelabu (3)

2629 Kata

Aku butuh lebih dari sekadar waktu untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan Anjani. Sebagian dari diriku berusaha menolak kata-kata itu. Menafsirkannya kepada hal lain. Tapi sebagian lagi, yang lebih mendominasi, mengartikannya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Anjani. “Apa maksudnya … kamu … tahu kejadian itu akan terjadi?” Aku mengulangi kata-kata itu. Ketakutan merayap dingin di punggungku. Aneh, padahal tubuhku banjir oleh keringat. Tapi sekarang alih-alih panas, aku malah membeku kedinginan. “Tidak mungkin, kamu….” “Merencanakan semuanya, maksudmu?” Aku tergugu. Tidak sampai berpikir sejauh itu, tapi Anjani menyuarakannya lebih dulu, sesuatu yang tidak aku pikirkan sebelumnya. Dan menggiringku ke arah sana. Merencanakan? Kejadian tempo hari terbayang kembali di benakku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN