Aku langsung menutup mulut. Tunggu, aku sudah memberitahukan kepadanya bahwa aku ada di sini? Ini jebakan dan aku begitu mudahnya terpengaruh? “Ya.” Suara Sapta di depan pintu menyahut. Tenang dan tidak terdengar seperti orang yang sedang menahan tawa. Apa ia tidak sadar kecerobohanku? Atau ia memang sudah menduganya? “Anda ada di dalam. Syukurlah. Saya tidak salah melihat.” Ada apa? Kenapa Sapta terdengar lega? Bagaimana bisa ia ada di sini? Tahu tempat ini? Apa maksundya ‘melihat’? Dia mengikutiku? Tanpa Btari menyadarinya? Bagaimana bisa? Lalu sekarang ia ada di depan sana dan mengajakku bicara ketika Btari tidak ada? Sekarang aku benar-benar yakin Btari memang tidak ada. Jika masih ada, tidak mungkin Sapta berani muncul di depan sini. Tapi apa maunya datang tiba-tiba? Dan apa in

