55. Kilat dan Kemelut (2)

2127 Kata

Aku mengira akan langsung dibawa bertemu Damastra, tapi rupanya Btari justru membawaku ke sebuah rumah kecil di pinggir Jayagiri. Rumah yang tidak begitu besar dan telah runtuh sebagian. Di luar rumah, orang-orang saling berkumul di bawah selimut mereka yang banyak berlubang. Mereka saling membisikkan kata-kata penuh harapan, saling berbagi makanan yang jumlahnya terlalu sedikit untuk terlalu banyak mulut. Ketika salah satu dari mereka memergokiku melirik, mata-mata sedih mereka berubah gahar, tajam, dan sinis. Beberapa dari mereka yang membawa senjata, langsung memegang senjata mereka. Seorang pria bahkan siap menarik pisau dari balik pinggangnya. “Jangan hiraukan mereka.” Btari berjalan masuk dan membuka pintu dengan sebuah kunci yang ditaruhnya di atas daun pintu. “Mereka selalu sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN