Satu bulan kemudian, pakde Sutar dan anak buahnya sudah mendekam di dalam tahanan. Hanya saja, tidak tampak beban ataupun rasa bersalah sedikit pun di dalam hatinya. Malah, di dalam penjara, ia bertemu dengan sesama tokoh ilmu hitam yang biasa menggunakan tumbal dan sesaji di dalam rutinitas ritualnya. Bak gayung bersambut, keduanya saling membedah dan berbagi ilmu hitam, sehingga pakde Sutar merasa, bahwa ini bukanlah penjara dengan segenap hukumannya. Melainkan kegiatan tapa brata yang akan berakhir dengan kemenangan. "Ha ha ha ha ha, kamu memiliki parewangan tingkat tinggi. Seharusnya kamu tinggal memerintahkan nya saja! Bukan terjun ke lapangan dan akhirnya dipenjara seperti ini." "Saya belum penuh menguasainya. Makanya harus turun gunung, ha ha ha ha ha. Lagipula, situasinya sa

