Sesal dan Air Mata Amar

1704 Kata

Angin riuh tiba-tiba berhenti menakuti jiwa anak manusia yang telah mati rasa. Hanya ada ketenangan dan kedamaian dalam ikhlas pada hatinya. Sebelum benar-benar menghilang, Maya percaya, Amar dan Aisyah akan mampu menjadi orang tua yang hebat bagi Akbar. Kematian Maya seperti cambuk raksasa yang begitu perih mengoyak tubuh Amar. Dia baru saja menemukan saudaranya, tapi harus kembali kehilangan. Di ujung napas, yang disambut dengan dua kalimat syahadat, membuat Amar dan Aisyah yakin bahwa surga telah menanti saudaranya yang tampak lelah dengan kehidupan ini. Namun sesal masih mengerumuni hati keduanya karena tidak sempat melakukan apa pun. Sebenarnya beberapa hari terakhir ini, Amar juga kehilangan sosok ayah. Yaitu Kiai Ali (meninggal dunia). Itu sebabnya ia begitu fokus mengurusi pem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN