Part 3

440 Kata
Sandra sedang serius memperhatikan komik-komik favorit keluaran terbaru. Sedangkan Riana asik ngeliatin jejeran novel di rak buku sambil membaca sinopsisnya. Mata Riana tiba-tiba menangkap sosok cowok yang sepertinya familiar. Diperhatikannya cowok di pojokan tersebut dengan seksama. cowok itu sedang memakai kacamata dan terlihat serius membaca sebuah buku. Riana menaruh novel yang sedang dibaca sinopsisnya. "Ituuuuuuu..... bukannya Damian? Iya Damian kayaknya deh!" Riana melangkah mendekati cowok yang ternyata memang benar Damian. "Eh, Damian, ke toko buku juga?" sapa Riana. Damian menoleh ke arah sumber suara, "Iya, kamu ini.... ummm... Riana?" Riana mengangguk senang karena namanya di ingat oleh Damian. "Baca buku apa Damian?" "Oh, ini baca lanjutannya si penyihir." "Wah! sama nih, gue juga lagi baca ni buku sambil nungguin release yang baru! sama siapa Dam?" "Sendirian aja, kamu?" "Tuh sama Sandra, temen sebangku lu. Inget kan?" "Inget dong. hehehehe" "Eh Dam, ngobrol sama kita-kita gak usah pakai bahasa formal-formal amat lah. pake lu gue aja. gak usah saya kamu." "Iya, diusahakan. masih belum terbiasa soalnya pake bahasa gaul Jakarta. hehehe" Dari kejauhan Sandra keliatan lagi celingak-celinguk mencari sahabatnya tersebut. Dia tidak melihat kalau Riana sedang melambai-lambai kan tangannya. Saat Sandra hendak membalikkan tubuh, ada seseorang yang menabraknya dan buku yang dibawa oleh orang tersebut berjatuhan. "Maaf. Maaf. Maaf. Sorry gak sengaja " ujar Sandra sambil membungkuk memunguti buku-buku yang berjatuhan tersebut. Sedangkan orang yang ditabrak tersebut hanya berdiri tegak tanda tidak suka. Orang tersebut juga memakai seragam SMA. "Gak bisa hati-hati apa?" ucap orang tersebut. Riana dan Damian bergegas menghampiri Sandra. Damian sempat beradu pandang dengan orang tersebut. Orang itu tersenyum sinis melihat Damian. Damian hanya menghela nafas kemudian ikut membantu Sandra membereskan buku-buku milik orang tersebut. "Nih! Lain kali gak usah pake marah-marah yah, masih untung gue minta maaf dan mungutin buku-buku lu. bukannya gue tinggal pergi gitu aja." Sandra menjadi jutek. "Loh? lu Adhitama kan?" Tiba-tiba Riana bertanya. Orang tersebut cuma melengos pergi meninggalkan mereka. "Sombong banget sih lu jadi orang! sok ngartis!" rutuk Sandra yang tidak terima melihat perlakuan Tama ke sahabat nya tersebut. Seketika itu juga Tama berhenti, "Mau sombong kek, mau nggak kek, mau ngartis atau bukan, itu bukan urusan lu! urusin aja diri lu sendiri biar gak nabrak orang lagi." sahutnya jutek. Tama kemudian langsung berjalan menuju kasir, diikuti oleh Damian. "San, Ri, aku pulang duluan yah" pamit Damian. Riana mengangguk. Sandra masih mendengus kesal, "Mau sombong kek, mau nggak kek, mau ngartis atau bukan, itu bukan urusan lu! urusin aja diri lu sendiri biar gak nabrak orang lagi." Sandra mengulang kata-kata yang diucapkan oleh Tama sambil mencibir. Riana hanya bisa mengulum senyum sambil geleng-geleng melihat kelakuan sahabat nya yang sedang kesal karena Tama.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN