Dea, Sylvia dan Dian sedang asik nongkrong di cafe biasa mereka bertiga ngumpul. Sambil makan mereka asik ngobrol yang tema nya tidak jauh-jauh dari si anak baru, Tama.
"De, menurut lu Tama gimana? Tanya Sylvia sambil mengunyah kentang gorengnya.
Dea tersenyum, mirip banget dengan senyum Sandra, "Keren! tapi sayang sih jutek banget."
"Tapi kalau kata gue, justru juteknya dia malah bikin dia tambah keren." sahut Dian.
"Oh yaaa... ada yang gue suka dari dia, gaya dia yang cuek abis itu menarik banget bagi gue!" lanjut Dea.
"Ummm... sama! apalagi ditambah mukanya juga bule-bule gitu kan." sambut Sylvia.
"Eh, by the way nih ya, di kelas kembaran lu Sandra, ada anak baru juga loh. gue denger dari temen gue yang di sana, anak barunya cowok juga, bule juga. namanya Damian " Ujar Dian.
"Really? masa sih, kok bisa barengan gini ya?" Tanya Dea.
Dian mengangkat bahu, "Katanya sih gak kalah keren dari Tama, tapi anaknya kalem gitu deh, sopan, cool gitu."
Sylvia tersenyum tak percaya, "Wah, tipe gue banget nih."
Manda tertawa, Dian juga tertawa.
"Diantara kita yang masih jomblo kan tinggal lu De... gimana kalau lu coba deh deketin salah satu dari mereka."
ada persamaan lain diantara Sandra dan Dea selain fisik, mereka sama-sama jomblo. Padahal tampang keduanya lumayan banget.
"Umm... gimana yaaa..." ujar Dea.
"Lu suka Tama atau Damian?" Tawar Sylvia.
"Kalau sekarang sih Tama, kan gue belum liat orang yang namanya Damian itu." Jawab Dea malu-malu.
"Ya udah, kalau gitu lu gebet aja dia." ujar Dian menyemangati.
"Kita liat ntar aja yaa gais. kedepannya gimana, yang jelas gue gak mau menutup segala kemungkinan. hehehehe" sambung Dea.