*** Geo mengangguk singkat mendengar tekat Vivian. Ia berharap Vivian tidak memeras tenaganya hingga seperti ini lagi. Memang berat melupakan seseorang yang dicintai, tetapi Geo ingin Vivian sadar bahwa apa yang dia lakukan hanya akan melukainya saja. "Kau harus kuat, Vi. Belum tentu Dafa juga memikirkanmu. Bukankah dia memiliki Jeni disisinya?" sengaja Geo mengingatkan agar Vivian tidak semakin terperosok hingga ke dasar. Ada saatnya untuk berhenti, tak melulu memikirkan apa yang telah terjadi. "Jangan biarkan jiwa ragamu lelah sendiri. Kau berhak bahagia di sini," tak sekalipun Vivian mengabaikan ucapan kakak sepupunya itu. Hanya saja, selama ini dirinya salah dalam melangkah. Vivian merasa terlalu memaksakan diri. Tak seharusnya ia membiarkan emosi bercampur aduk dengan perasaan se

