*** Dafa berhasil meraih tangan Vivian. "Vi, Vi tunggu Vi," pinta lelaki itu berkali-kali. Namun, Vivian yang sempat berhenti kembali memaksakan langkahnya untuk pergi. "Vivian dengar dulu!" bentak Dafa hingga menyita perhatian pengunjung lain meskipun meteka tak mengerti apa yang Dafa katakan. Mendengar bentakan Dafa, Vivian menoleh dengan cepat. Matanya memerah menahan amarah. "Ada apa lagi?" balasnya yang juga membentak. "Kita bicara di mobilku," "Gimana sama pacar baru kamu? Mau nyakitin dia, huh? Pergi Dafa, jangan paksa aku!" geram Vivian tak suka. "Pacar baru apa? Jeni? Dia bukan pacarku!" balas Dafa. Ia menggelengkan kepala, berharap Vivian percaya dan ingin mendengarkannya terakhir kali. "Ayo bicara, Vi. Ini terakhir kalinya," "Ada apa lagi, Dafa? Kita nggak punya s

