*** Vivian mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia memutar mengendalikan kemudi dengan satu tangannya. Sementara tangan yang lain ia jadikan sandaran untuk menopang kepalanya. Pikiran Vivian sedikit kusut meskipun ia berusaha untuk bersikap biasa. Namun, bila dalam keadaan sendiri seperti ini, Vivian enggan menarik sudut bibirnya. Vivian lebih suka menyembunyikan bibirnya ke dalam mulutnya tanpa banyak bicara. Kepala gadis berambut sedikit pirang itu bergerak terangkat saat melihat pusat perbelanjaan yang ia tuju sudah di depan mata. Tanpa peduli ia menginjak pedal gasnya hingga menyebabkan mobilnya bergerak dengan cepat. Vivian menyalip mobil yang lain dengan lihai. Tepat di parkiran bawah ia menginjak remnya. Kendaraan roda empat itu berhenti pada tempatnya. Vivian pun tu

