*** Masih teringat dengan jelas oleh Vivian bagaimana Dafa berpamitan pada Geo kira-kira setengah jam yang lalu. Ia yang tanpa sengaja berada di sana terdiam kaku mendengar perkataan Dafa. Namun, bukan Vivian namanya jika ia tidak mampu menutupi kekecewaannya. Vivian menunjukan senyumnya agar luka di hatinya tak terlihay oleh siapapun. Hingga kini, Vivian masih menampakan garis tipis di bibirnya meskipun tidak ada siapa-siapa di depannya. Vivian menolak dengan tegas perasaan gelisah di hatinya. Ia melarang keras resah menghambat segala rencananya. Hanya tinggal selangkah lagi, maka semua akan berakhir. Rasa sakitnya akan terbalas, dan tujuannya untuk membuat Dafa pergi akan segera terwujud. "Ya udah yuk happy! Nggak usah sok sedih gara-gara Dafa. Syukurlah kalau akhirnya dia memilih

