*** Dafa terdiam ketika mendengar jawaban Arfa atas pertanyaannya. Dafa merasa kakinya tak lagi lagi sanggup berpijak ke lantai kamarnya. "Lo jangan bohong, Arfa!" ujarnya. Demi apa jawaban Arfa membuat Dafa terkejut. Arfa mengatakan bahwa hotel milik keluarganya sedang dalam masalah besar. Sudah diambang kehancuran. Itu adalah satu-satunya aset keluarga yang bisa Dafa banggakan hingga ia bisa seperti ini. Arfa yang mendengar ketidak percayaan Dafa menghela napasnya dengan berat. Sudah sejak lama Arfa ingin memberi Dafa kabar tentang ini, tetapi kakek Bram melarang. "Gue nggak bohong, Daf! Lo sebaiknya pulang sekarang karena kakek jatuh sakit akibat hotel yang sedang dalam masalah ini," Dafa meremas mulutnya dengan menggunakan salah satu tangannya yang tidak memegang handphone saat mend

