*** Cukup lama Jeni menemani Dafa mengobrol, tetapi sekali pun Jeni tak pernah bertanya perihal Vivian. Keputusan Dafa yang ingin kembali ke Jakarta cukup untuk memberikan Jeni jawaban tentang semuanya. Dafa menyerah pada cintanya dan siap memulai hidup baru. Jeni berharap, dalam tatanan masa depan Dafa ada dirinya. Bukan hanya sekedar teman, tapi pasangan. Namun, bila hal itu tak bisa terjadi, Jeni tidak kecewa. Berdekatan dengan Dafa sudah sangat cukup baginya. Jeni tak akan menuntut hal lebih. Berharap pada Dafa hanya akan membuatnya kecewa, tetapi berharap pada Tuhan apa salahnya. "Jen kamu dengar aku?" tanya Dafa saat Jeni diam saja setelah ia menceritakan alasan lain dibalik kepulangannya ke Indonesia. "Maaf, Daf, apa tadi?" Jeni benar-benar tidak mendengarnya. Membuat Dafa me

