SKWAC | Chapter 23 √

2080 Kata

*** Vivian kembali ke ruang tamu tanpa Dafa. Lelaki masih sangat syok dengan perlakuan Vivian. Ia pikir, Vivian sudah berhasip dirinya raih. Nyatanya, tidak sama sekali. Vivian benar-benar sudah menutup pintu hatinya untuk Dafa. Dafa merasa sangat kecewa. Apa lagi saat ia kembali ke ruang tamu. Dirinya melihat Vivian sudah berada dalam pelukan Teo sambil menangis. Semakin hancur perasaan Dafa menyaksikan itu di depan matanya. "Vivian menolak perjodohan itu, Daf. Kami tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Stev memutus kontak mata antara Dafa dan Teo. Dafa duduk kembali pada tempatnya semula. Ia mengalihkan fokusnya pada Stev dan Rose. "Aku nggak tahu harus bilang apa, Om, Tante. Rasanya sulit untuk menyerah sekarang juga," ucap Dafa. Dirinya rela merasa terhina setelah ini. Cintanya pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN