Bab: 30

1755 Kata

Pintu paviliun terbuka perlahan, menimbulkan bunyi pelan yang hampir tak terdengar. Brielle melangkah masuk dengan hati-hati, membawa nampan di tangannya. Aroma bubur hangat segera menyebar di ruangan yang tenang itu. Matanya langsung menangkap sosok Lilian yang duduk di sofa kecil, tubuhnya tampak lemah, wajahnya pucat, namun berusaha terlihat tegar. Untuk sesaat, Brielle hanya berdiri di ambang pintu. Menatap. Mengamati. Ada banyak hal yang berkelebat di dalam kepalanya kecurigaan, kecemburuan, ketakutan. Namun semua itu ia tekan dalam-dalam. Wajahnya kembali dilapisi senyum lembut yang selama ini selalu ia tunjukkan. “Lilian …” panggilnya pelan. Lilian tersentak, segera bangkit dari duduknya. “Nyo-nyonya …” sahutnya gugup, refleks menunduk. Brielle mendekat dengan langkah perlaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN