Bab:29

1662 Kata

Lucas perlahan melepas pelukannya, meski jemarinya sempat tertahan beberapa detik lebih lama di bahu Lilian, seakan enggan benar-benar menjauh. Tanpa banyak kata, ia menuntun Lilian dengan hati-hati menuju sofa kecil di sudut paviliun. Gerakannya pelan, penuh perhatian, seolah setiap langkah Lilian harus dijaga agar tidak goyah. “Duduklah,” ujarnya lembut. Lilian menurut tanpa banyak bicara. Tubuhnya terasa ringan namun juga lemah, seakan semua tenaga yang ia miliki habis bersama tangis yang baru saja pecah. Ia duduk di tepi sofa, jemarinya saling bertaut di pangkuan, kepalanya sedikit tertunduk. Lucas berdiri sejenak di depannya, menatap wajah pucat itu dengan sorot mata yang sulit diartikan. Ada kekhawatiran, ada rasa bersalah, dan ada sesuatu yang baru sesuatu yang bahkan ia sendiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN