(18) Sebuah Kebetulan

1770 Kata

Kamu hanya sebuah kebetulan yang tak kuharapkan... *** Salah satu bagian tersulit bagi Shenin pasca berakhirnya hubungannya dengan Angkasa adalah menjelaskan kepada ibunya; a.k.a penggemar berat Angkasa yang satu itu. Shenin tak berani mengatakan apapun pada awalnya, hingga sang ibu mulai mengendus kejanggalan yang ada. Hari itu Shenin sedang membantu menyiapkan hidangan untuk arisan yang akan diadakan di rumah ketika dengan tiba-tiba ibunya menanyakannya satu pertanyaan yang amat-sangat tepat sasaran. “Kamu putus sama Angkasa, ya?” Shenin membelalak. Terkejut mendengar pertanyaan ibunya yang tanpa diawali dengan basa-basi. Ia sempat kebingungan untuk menjawab, hingga ia akhirnya bergumam, “Iya, Bu,” jawabnya sambil menunjukkan cengirannya. “Kapan putusnya?” tanya ibunya. “Dua mingg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN