Setelah memastikan Afnan duduk dikursi dengan aman.. Leon menutup pintu mobil. “Terima kasih..” ucap Nayra lagi dengan tulus. “Tidak perlu seperti itu.. kau tidak ingat dengan diriku ya?” tanya Leon yang membuat Nayra mulai berpikir kapan dia pernah bertemu dengan Leon. Tunggu.. aku sepertinya ingat dia adalah teman Afnan yang pernah datang dipesta pernikahan dia dulu, “Aaaa aku ingat kau temannya Afnan ya,” tebak Nayra dengan tepat. “Wah.. aku tersanjung kau ternyata masih mengenal diriku,” Leon memekik senang seperti memenangkan lotre. “Maaf Ya tadi aku lupa denganmu.. tapi.. emm aku boleh pamit sekarang soalnya ini sudah malam,” pamit Nayra sebenarnya tidak enak karena sepertinya Leon masih ingin bicara dengan dirinya. “Tidak usah tidak enak.. silahkan masuklah kedalam.” Leon men

