Afnan mula tersenyum misterius, setelah berada tepat didepan gadis itu dia memegang tangannya dan langsung menyeretnya kepintu keluar. “Apa yang kau lakukan,” ucap gadis itu yang mulai panik karena sudah menebak apa yang selanjutnya akan Afnan lakukan pada dirinya. “Afnan jangan lakukan itu, setidaknya biarkan aku memakai bajuku dulu,” ucapnya karena tidak mau dipermalukan begitu dalam oleh Afnan sampa dia dilempar keluar dalam keadaan hampir polos seperti ini. “Ini resiko yang harus kau tanggung karena sudah mengabaikan ucapanku,” ucap Afnan sebelum membuka pintu dan benar-benar melemparkan tubuh wanita panggilan itu keluar tanpa perduli sudah banyak pasang mata yang melihat tubuh gadis itu dengan penuh minat. “Riko.. cepat usir wanita ini, kenapa kau jad bekerja dengan tidak becus, m

