Afnan sudah sampai didepan butik untuk menjemput Nayra pulang, dia langsung naik keatas tanpa memperdulikan para pekerja yang menyapa dirinya dengan sopan. “Afnan, kau sudah datang memangnya ini jam berapa kenapa sudah menjemput aku pulang,” heran Nayra karena kata para pekerja disini butik ini tutup pukul tujuh malam dan sekarang baru pukul empat sore. “Kau tidak bisa membaca jam yang menempel didinding itu memangnya?” ucap Afnan dengan ketus sambil duduk dengan menyelonjorkan kaki diatas meja. “Iya aku tahu, maksudku ini baru saja jam empat kenapa sudah menjemput ku?” “Kenapa kau bilang ini sudah waktunya kau pulang, ingat ya aku memang membolehkan kau bekerja tetapi hanya sampai jam segini mengerti.” “Tapi..” “Tidak ada tapi-tapian atau kau memang ingin diam saja dirumah menunggu

