Nayra sudah rapih bersiap akan menginap diruma ayahnya, dia tidak membawa baju sehelai pun karena bajunya masih banyak ada disana. “Aku pergi dulu ya,” pamit Nayra dengan menyalimi punggung tangan Afnan, lalu Nayra keluar dari apartemen Afnan dengan terburu-buru takut kemalaman dan dia tidak mendapatkan angkutan umum untuk pergi kesana. Sampai dilantai dasar tubuh Nayra ditarik menuju tempat parkiran mobil, “Ehh.. apa-apaan ini,” ucap Nayra yang belum melihat siapa yang menarik tubuhnya. Dengan cepat Nayra menengok kebelakang, dan melihat Afnan yang dengan serius berjalan kedepan, “Afnan..” ucap Nayra. “Afnan apa yang kau lakukan cepat lepaskan aku, ini sudah mau malam nanti aku tidak dapat mobil pergi kesana,” lanjut Nayra sambil memberontak agar tubuhnya segera dilepaskan oleh Afnan.

