Nayra sekarang suda berada dikamar Afnan yang ada dirumahnya.. kamar Afnan masih dirawat dengan baik rupanya, sangat ketara dari terakhir kali Nayra datang kmari semua susunannya masih sama dan tidak ada satupun debu disana. Tok.. tok.. tok.. “Kak Nay ini Keyra bisakah aku masuk.” “Ya Key masuk saja pintunya juga tidak dikunci,” sahut Nayra yang sedang duduk ditepi kasur. Keyra masuk dengan memandang Nayra dengan sedih, dia tidak menyangka kakaknya akan melakukan hal sehina itu, Keyra sangat kecewa dengan kakaknya. “Kak Nay..” ucap Keyra dengan parau lalu memeluk tubuh Nayra dengan erat, sekarang Keyra sudah menangis didalam pelukan Nayra. Sebenarnya yang sedih ini dia atau Keyra kenapa malah dia yang menangis tersedu-sedu begini, sekarang saja Nayra sudah menepuk-nepuk punggung Keyra

