Sampai malam pintu rmah itu tidak terbuka untuk Afna, perutnya sudah teasa perih karena tidak ada sebutir pun makanan yang masuk kedalam perutnya sejak tadi pagi. Nayra yang tahu bahwa Afnan tetap diluar jadi cemas, “Tidak ini tidak boleh begini, aku harus bicara dengan mamah..” Nayra keluar dari kamar yang baru saja dibuka oleh Keyra tadi. Tok.. tok.. tok.. “Mah… bolehkah Nayra masuk?” “Ya.. sayang masuk saja pintunya tidak terkunci,” sahut Diana dari dalam yang membuat Nayra langsung memutar knop pintu didepannya. “Mah..” “Nay.. kenapa belum tidur hmm?” tanya Diana yang sekarang sedang berdiri didepan kaca lebar yang jika kita berdiri disana bisa melihat kearah bawah. “Mamah mengkhawatirkan Afnan bukan?” Diana diam.. dia tidak bisa memungkiri jika dia memang tidak bisa tidur memik

